JATI CENTRE – Sales Honda AP Parigi Kunjungi Makam Raja Ke – 6 di Kec. Parigi Barat.
Kerajaan Parigi (bahasa Inggris: Parigi Kingdom), adalah sebuah kerajaan Islam di Indonesia yang umumnya terletak di wilayah Parigi, Sulawesi Tengah.
Kerajaan ini berdiri pada tahun 1515, dan raja pertama yang memerintah adalah Makagero yang di lantik oleh Francisco Lesa, seorang gubernur dari Portugis yang berkuasa di sebagian wilayah Sulawesi Tengah pada masa itu. Wilayah kerajaan ini umumnya terdiri dari empat wilayah; yaitu Lantibu, Masigi, Toboli, dan Dolago.
Magau Djanggo adalah raja ke-VI dari Kerajaan Parigi, sebuah kerajaan Islam di Sulawesi Tengah yang didirikan tahun 1515.
Ia tercatat dalam sejarah lokal dan dimakamkan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Istilah Magau merupakan sebutan untuk raja dalam struktur pemerintahan Kerajaan Parigi yang berpusat di wilayah tersebut.
“Melihat Konteks Wilayah Daerah ini juga dikenal dengan sejarah perjuangan dan adat yang kuat, serta berdekatan dengan makam raja-raja lain,” sebut Moh Faidal Dg Pasau.
Kita Ketahui Bahwa Kerajaan Parigi dipimpin oleh seorang Magau (Raja), yang merupakan posisi tertinggi di kerajaan ini. Posisi berikutnya adalah Madika Malolo (Raja Muda/Pangeran), sebagai pewaris takhta.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kerajaan Parigi, Magau dibantu oleh Dewan Pemerintahan Kerajaan atau Libu Nu Maradika yang terdiri dari Madika Matua (semacam Perdana Menteri), Punggava, Galara sebagai hakim adat, Pabisara sebagai juru bicara, Tadulako sebagai Panglima Perang, dan Sabandara sebagai bendara kerajaan.
Selain Libu Nu Maradika, ada juga Libu Nto Deya atau Dewan Permusyawaratan Rakyat yang merupakan perwakilan rakyat berbentuk Kota Pitunggota (Kesatuan Tujuh Kampung) dan Kota Patanggota (Kesatuan Empat Kampung).
Kerajaan Parigi menggunakan sistem Kota Patanggota karena Kerajaan Parigi terdiri dari kesatuan empat kampung yang di pimpin oleh seorang Baligau atau Ketua Dewan Adat.***
