Ramadhan For Charity 12

19 Views

JATI CENTRE – Panitia Ramadhan For Charity 12 Dengan Pakaian Batik Sederhana, Rabu 04 Maret 2026.

Ramadhan For Charity 12 terbagi beberapa devisi adalah devisi fundracing, media, acara, rekruitment, konsumsi dan perlengkapan.

Kegiatan ini diadakan sekali dalam bulan puasa atau ramadhan yang salah satu dari program RFC itu sendiri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Sekretariat Asrama Haji, Jalan WR Supratman, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

pantiaRFC

Ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan anak-anak muda di Kota Palu pada bulan Ramadan. Targetnya adalah 300 anak-anak Yatim, Piatu dan Dhuafa di wilayah Kota Palu umur 9 sampai 12 tahun untuk pesantren kilat dari Ramadhan For Charity (Ungkap Moh Faidal Dg Pasau)

Kegiatan tersebut alhamdulilah berjalan dengan lancar dengan berbagai sponsor maupun donatur yang mampu berbagi dalam kegiatan RFC.

Rangkaian agendanya mulai dari pesantren kilat, bingkisan ramadhan, belanja bersama, dongeng islami, sampai dengan berbagi takjil kemudian buka puasa bersama.

 

 

 

Komunitas Literasi Palu Book Party

123 Views

JATI CENTRE – Komunitas Literasi Palu Book Party salah satu misi merangkul literasi yang mulai tenggelam, Minggu, 25 Jan 2026.

Palu Book Party adalah komunitas baca di Kota Palu yang menawarkan kegiatan piknik santai sambil membaca buku di ruang publik. Ungkap (Moh Faidal Dg Pasau).

Komunitas ini menciptakan ruang inklusif untuk berkumpul, membaca, dan bertukar cerita, serta pernah berkolaborasi dengan Gramedia Palu. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi dengan cara yang menyenangkan dan santai.

Palu Book Party

Komunitas ini bertujuan membawa buku keluar dari ruang kaku dan mendekatkannya ke masyarakat umum melalui suasana piknik yang santai, Juga pecinta buku terbesar di Indonesia, menyatukan pembaca dari seluruh nusantara.

Diketahui bahwa (IBP) yang berfokus untuk meningkatkan literasi di Indonesia dan sudah terbentuk di 50 regional di Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini yaitu berkumpul di salah satu tempat yang telah diumumkan di akun media sosial IBP, lalu membaca buku secara bersama, kemudian akan ada sharing session tentang hasil bacaan buku dari masing-masing peserta dengan berbagai genre.

Kita ketahui indonesia semboyannya itu bhineka tunggal ika, kalau di indo book party itu bhineka tunggal pustaka. Itu artinya apa, berbeda-beda bacaan buku kita, berbeda-beda asal suku kita, kita tetap satu tujuan yaitu meningkatkan literasi di indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Taman Nasional Kota Palu Yang Damai Sejuk Dan Indah Dengan Wahananya.

 

 

Pengabdian Askara Muda Nusantara Parimo

89 Views

JATI CENTRE – Pengabdian & Pendidikan Askara Muda Nusantara Parigi Moutong.

Amura Parimo Melaksanakan First gathering (pertemuan pertama) adalah acara penting untuk menyambut anggota baru (mahasiswa/karyawan), memperkenalkan struktur organisasi, membangun kebersamaan, serta merencanakan tujuan dan kegiatan bersama dalam suasana santai, seringkali diisi perkenalan, games, dan sesi bonding untuk mempererat solidaritas dan kekeluargaan.

Kemudian Askara Muda Nusantara (AMURA) Parigi Moutong melaksanakan pengabdian 4.0 di Sekolah  terpencil berada di Dusun Sirombiu, Kecamatan Toribulu.

Amura Parigi Moutong hadir sebagai salah satu gerakan menaungi pemuda-pemudi Parigi Moutong untuk melakukan pengabdian terhadap daerahnya.

Sebagai salah satu gerakan pendidikan di Indonesia, gerakan tersebut dapat berkontribusi dan mencari solusi bagi masalah pendidikan, ada di daerah pengabdian.

Leader GMD & Amura Parimo

Sebanyak kurang lebih 40 relawan, memiliki latar belakang berbeda-beda berpartisipasi dalam pengabdian tersebut didampingi oleh DPP,  Pengurus, Demisioner Amura Parimo, Pemuda Toribulu dan beberapa Pengurus Amura Se-Sulawesi Tengah.

Tak hanya berhenti di kegiatan seremonial, AMURA Parimo juga melakukan observasi dan analisis di SD terpencil Sitti Masyithah. Mereka menemukan bahwa penerapan kurikulum nasional sulit diadaptasi di daerah terpencil, sehingga menyusun kurikulum berbasis kebutuhan siswa setempat

“Kesuksesan kegiatan ini berkat kerja keras panitia, dukungan keluarga besar AMURA, Pemuda Toribulu, serta para kolaborator dan sponsor,” ungkap Agus Fianto, Leader AMURA Parimo.

 

REMBUK NELAYAN DAN MUSCAB HNSI PARIMO

66 Views

JATI CENTRE – Rembuk Nelayan dan MUSCAB DPCH HNSI Parigi Moutong, 16 Desember 2025.

Sekretaris Jenderal DPP HNSI menghadiri rembuk nelayan sekaligus musyawarah cabang HNSI DPDC Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ketua DPD HNSI Sulawesi Tengah, Sekretaris DPD dan Seluruh jajaran pengurus DPD Sulawesi Tengah.

Anggota DPRD Parigi Moutong, Candra Setiawan, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Candra menjadi salah satu calon yang diusulkan oleh nelayan. Dalam penyampaian visi, ia menegaskan komitmennya menjadikan HNSI sebagai mitra strategis pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

Peserta MUSCAB HNSI PARIMO

Menurut Bapak Chandra Setiawan, S.Pd, M.Pd bahwa sinergi tersebut penting untuk menerjemahkan program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah, “Berani Tangkap Banyak”, sekaligus mendukung visi pembangunan Bupati Parigi Moutong melalui gerakan membangun dari desa.

“Jika laut terjaga, nelayan tidak akan kesulitan mendapatkan ikan. Dari situ, pendapatan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir bisa tercapai,” katanya

Kemudian juga selain perlindungan wilayah laut, Candra menilai dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan nelayan, baik yang menjadi kewenangan kabupaten maupun provinsi. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, akses permodalan, hingga kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil.

Pendidikan & Pelatihan Dasar PMI Parimo

66 Views

JATI CENTRE – Pendidikan & Pelatihan Dasar Korps Sukarela PMI Parimo Yang Diadakan Selama 7 Hari Bertempat Di Asrama Diklat Kabupaten Parigi Moutong.

Diklatsar KSR Ang. VI PMI Parigi Moutong 30 Nov – 07 Des Tahun 2025, yang dibuka langsung oleh ibu Hj. Hestiwati Nanga, SKM., M.Kes (Ketua PMI Parigi Moutong)

Selama kegiatan berlangsung peserta Diklatsar KSR PMI Parimo banyak melakukan pembelajaran mulai dari Diskusi hingga Praktek Lapangan.

Peserta Diklatsar KSR PMI adalah orang – orang dari beberapa instansi mulai dari DAMKAR hingga SATPOL PP Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan berlangsung damai hingga sampai tidak diketahui mana panitia dan peserta karna ketika jam istirahat semua bergabung satu dalam satu bangunan tempat kegiatan berlangsung selama 7 hari di asrama diklat jln kampal.

Pemateri Diklatsar KSR PMI Parimo bisa dilihat dari berbagai profesi mulai dari Dosen, Dokter Hingga Aktivis.

 

 

HMI MPO BADKO SULTENG Desak PEMDA Parigi Moutong Baru Agar Evaluasi Proyek SIKIM Desa Avolua

269 Views

JATI CENTRE – HMI MPO BADKO SULTENG Desak PEMDA Parigi Moutong Baru Agar Evaluasi Proyek SIKIM Desa Avolua, 18 Mei 2025.

Proyek SIKIM Desa Avolua

Diketahui Pemerintah KAB. Parigi Moutong Sebelumnya telah meresmikan Proyek SIKIM di desa avolua oleh Bapak Samsurizal Tombolotutu.

“manfaatkan jaga dengan baik aset – aset ini” Pungkasnya Samsurizal.

Akan tetapi setelah itu mega proyek Sentra Industri Kecil Menengah (SIKIM) dikabarkan telah menelan miliyaran APBD tanpa menghasilkan sedikitpun pendapatan hasil daerah (PAD).

Diketahui bahwa proyek SIKIM ini adalah sumber perputaran ekonomi masyarakat namun, ditengah tumpukan uang rakyat yang mengalir ke proyek ini, belum ada hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.

Proyek pembangunan gedung dan pengadaan alat produksi di SIKIM, yang berlokasi di desa avolua, kec parigi utara, ternyata belum ada evaluasi sampai sekarang sehingga proyek SIKIM tersebut masih terbengkalai.

“Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, selain dari Sumber Daya Alam lainya, Hal itu dapat dikelolah dengan baik dengan adanya infrastruktur Industri pengolahan” Kata Moh Faidal Dg Pasau (Pengurus HMI MPO BADKO SULTENG).

HMI MPO BADKO SULTENG berharap agar pemerintah kabupaten Parigi Moutong yang baru agar bisa mengevaluasi kembali Proyek SIKIM di Desa Avolua.

Khusus pada pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Erwin Burase Sebagai Bupati Parigi Moutong.

Kita ketahui bahwa proyek SIKIM sebelumnya berjalan dengan lancar mengklaim pemasaran produk Sikim telah mencapai negara Iran melalui mitra pemasaran PT Pinus Sulawesi. (Dalam ungkapan Moh Yasir, Kadis Perindag Parigi Moutong).***

 

 

Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Islam

705 Views

Oleh : Moh Faidal Dg Pasau


 JATI CENTRE – Dalam pandangan Islam, manusia ialah makhluk terbaik diantara semua ciptaan tuhan dan berani memegang tanggungjawab mengelola bumi, maka semua yang ada di bumi diserahkan untuk manusia. Oleh karena itu manusia diangkat menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk terbaik, manusia diberikan beberapa kelebihan diantara makhluk ciptaan-Nya, yaitu kemuliaan, diberikan fasilitas di daratan dan lautan, mendapat rizki dari yang baik-baik, dan kelebihan yang sempurna atas makhluk lainnya.

Sebagai khalifah di bumi, manusia diperintahkan beribadah kepada-Nya dan diperintah berbuat kebajikan dan dilarang berbuat kerusakan. Selain konsep berbuat kebajikan terhadap lingkungan yang disajikan Al-Qur’an seperti dipaparkan di atas, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini dapat diperhatikan dari hadist-hadist nabi, seperti hadist tentang pujian allah kepada orang yang menyingkirkan duri dari jalan; dan bahkan allah akan mengampuni dosanya, menyingkirkan gangguan dari jalan ialah sedekah, sebagian dari iman, dan merupakan perbuatan baik.

Jika kita melihat sebagian besar beberapa komunitas banyak melakukan kegiatan – kegiatan harian seperti beberapa gerakan lingkungan hidup yang melatar belakangi dasar dari sebuah buku yang telah dibedah sebagai contoh “Melawan Nafsu Merusak Bumi“.

Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehingga lingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari dan perilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak.

Integritas ini pula yang menyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupan di sekitarnya. Kerusakan alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta.

Dalam Islam, manusia mempunyai peranan penting dalam menjaga kelestarian alam (lingkungan hidup). Islam merupakan agama yang memandang lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan seseorang terhadap Tuhannya, manifestasi dari keimanan seseorang dapat dilihat dari perilaku manusia, sebaha khalifah terhadap lingkungannya. Islam mempunyai konsep yang sangat detail terkait pemeliharaan dan kelestarian alam (lingkungan hidup).

Salah satu ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai proses penciptaan alam semesta yaitu Q.S. As-Sajdah (32) : 4 yang artinya “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?“

Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dieksploitasi secara berlebihan, dicemari, atau bahkan dihancurkan. Akan tetapi adalah untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam kehidupan. Kita juga sebagai umat manusia yang bertugas untuk melestarikan Alam Semesta juga harus mempunyai prinsip dalam melestarikannya di kehidupan sehari-hari.

Para Pemikir Islam dan Lingkungan Hidup

Para pemikir islam terkhusus took hislamiceco theology sepakat bahwa yang menjadi akar dari krisis dan pencemaran lingkungan bertitik tolak dari sains dan teknologi barat yang berpijak kepada asumsi-asumsi positivistic. Karena itu, disadari bahwa yang perlu dilakukan adalah melakukan dekonstruksi terhadap kerangka epistemologis pengetahuan barat tersebut, lalu merekonstruksi sebuah paradigma tentang alam yang lebih bersahabat dengan berpijak kepada tradisi Islam.

Dalam hal ini, Ziauddin Sardar adalah seorang saintis, penulis yang produktif, salah satu took hislamiceco theology dari pakistan, yang mendeteksi agrevitas sains dan teknologi ini demikian berkembang dan pesatnya tanpa kontrol moral sehingga keharmonisan dan keindahan ekologi menjadi rusak (Ziauddin Sardar,1998).

Etika Islam Tentang Lingkungan Hidup

Khusus dengan penataan lingkungan hidup, Alquran memberikan sejumlah rambu-rambu, kaidah moral/etika yang mendasari pengelolaan lingkungan hidup.

Seluruh prinsip-prinsip etis dalam pengelolaan lingkungan bertumpu pada ajaran fundamental Islam yang dalam terminology akademis disebut sebagai tauhid yaitu tuhan dipandang sebagai pemilik dan pemelihara alam semesta. Oleh sebab itu segala aktifitas yang berkaitan dengan proses pengelolaan dan penataan lingkungan hidup mengacu kepada tuhan sebagai rabbal-alamin, dalam arti bahwa sesungguhnya tuhanlah sebagai pemilik alam semesta dan pemelihara alam semesta, hal ini berarti segenap proses penataan dan pemanfaatan lingkungan hidup harus diilhami oleh sifat-sifat sebagai rabbal-alamin, tuhan sebagai pencipta dan pemelihara.***