SilahturaHMI Kebangsaan

28 Views

JATI CENTRE – Silahturahmi Kebangsaan Republik Indonesia. Kamis, 7 Mei 2026.

Teruslah menguatkan pembangunan di Wilayah kepulauan dan Pesisir Indonesia mempercepat transformasi kampung nelayan merah putih dan koperasi desa merah putih, Serta mendorong pembangunan kualitas manusianya agar tak ada satupun rakyatnya yang tertinggal. Sebuntnya (Ukhy Sukirman).

Silaturahmi kebangsaan adalah pertemuan dialogis lintas elemen—tokoh agama, masyarakat, hingga politik—untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan, dan merawat kerukunan nasional. Kegiatan ini sering diadakan untuk menjaga stabilitas bangsa, mencegah perpecahan, dan menjalin kolaborasi antara ulama, umara (pemerintah), serta warga negara dalam bingkai NKRI.

Juga silahturahmi kebangsaan menghubungkan sesama warga bangsa dalam semangat kasih sayang, meredam konflik, dan memperkuat komitmen kebangsaan di tengah perbedaan.

Silaturahmi Kebangsaan Adalah Silaturahmi HMI lintas organisasi memperkuat solidaritas di kalangan pemuda untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan. Baginya (Moh Faidal Dg Pasau).

Kegiatannya bertujuan untuk merawat persatuan nasional, memperkuat komunikasi antar komponen bangsa, dan menegaskan komitmen pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang inklusif.

 

Sales Honda AP Parigi Kunjungi Cagar Budaya

36 Views

JATI CENTRE – Sales Honda AP Parigi Kunjungi Makam Raja Ke – 6 di Kec. Parigi Barat.

Kerajaan Parigi (bahasa Inggris: Parigi Kingdom), adalah sebuah kerajaan Islam di Indonesia yang umumnya terletak di wilayah Parigi, Sulawesi Tengah.

Kerajaan ini berdiri pada tahun 1515, dan raja pertama yang memerintah adalah Makagero yang di lantik oleh Francisco Lesa, seorang gubernur dari Portugis yang berkuasa di sebagian wilayah Sulawesi Tengah pada masa itu. Wilayah kerajaan ini umumnya terdiri dari empat wilayah; yaitu Lantibu, Masigi, Toboli, dan Dolago.

Magau Djanggo adalah raja ke-VI dari Kerajaan Parigi, sebuah kerajaan Islam di Sulawesi Tengah yang didirikan tahun 1515.

Ia tercatat dalam sejarah lokal dan dimakamkan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Istilah Magau merupakan sebutan untuk raja dalam struktur pemerintahan Kerajaan Parigi yang berpusat di wilayah tersebut.

“Melihat Konteks Wilayah Daerah ini juga dikenal dengan sejarah perjuangan dan adat yang kuat, serta berdekatan dengan makam raja-raja lain,” sebut Moh Faidal Dg Pasau.

Kita Ketahui Bahwa Kerajaan Parigi dipimpin oleh seorang Magau (Raja), yang merupakan posisi tertinggi di kerajaan ini. Posisi berikutnya adalah Madika Malolo (Raja Muda/Pangeran), sebagai pewaris takhta.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kerajaan Parigi, Magau dibantu oleh Dewan Pemerintahan Kerajaan atau Libu Nu Maradika yang terdiri dari Madika Matua (semacam Perdana Menteri), Punggava, Galara sebagai hakim adat, Pabisara sebagai juru bicara, Tadulako sebagai Panglima Perang, dan Sabandara sebagai bendara kerajaan.

Selain Libu Nu Maradika, ada juga Libu Nto Deya atau Dewan Permusyawaratan Rakyat yang merupakan perwakilan rakyat berbentuk Kota Pitunggota (Kesatuan Tujuh Kampung) dan Kota Patanggota (Kesatuan Empat Kampung).

Kerajaan Parigi menggunakan sistem Kota Patanggota karena Kerajaan Parigi terdiri dari kesatuan empat kampung yang di pimpin oleh seorang Baligau atau Ketua Dewan Adat.***

Ramadhan For Charity 12

96 Views

JATI CENTRE – Panitia Ramadhan For Charity 12 Dengan Pakaian Batik Sederhana, Rabu 04 Maret 2026.

Ramadhan For Charity 12 terbagi beberapa devisi adalah devisi fundracing, media, acara, rekruitment, konsumsi dan perlengkapan.

Kegiatan ini diadakan sekali dalam bulan puasa atau ramadhan yang salah satu dari program RFC itu sendiri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Sekretariat Asrama Haji, Jalan WR Supratman, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

pantiaRFC

Ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan anak-anak muda di Kota Palu pada bulan Ramadan. Targetnya adalah 300 anak-anak Yatim, Piatu dan Dhuafa di wilayah Kota Palu umur 9 sampai 12 tahun untuk pesantren kilat dari Ramadhan For Charity (Ungkap Moh Faidal Dg Pasau)

Kegiatan tersebut alhamdulilah berjalan dengan lancar dengan berbagai sponsor maupun donatur yang mampu berbagi dalam kegiatan RFC.

Rangkaian agendanya mulai dari pesantren kilat, bingkisan ramadhan, belanja bersama, dongeng islami, sampai dengan berbagi takjil kemudian buka puasa bersama.

 

 

 

Pemerintahan Dengan Gaya Moderen

96 Views

JATI CENTRE – Pemerintahan Dengan Gaya Moderen Kita Dapatkan Pada Zaman Periode Bapak Bupati Erwin BURASE S.kom.

Tanpa kita tidak sadar bahwa kita masuk pada model pemerintahan moderen era reformasi sekarang.

Pemerintahan gaya modern—sering disebut sebagai Digital Governance atau Smart Governance.

Cara perubahan total pola pikir, budaya, dan cara kerja pemerintah yang lebih gesit, terbuka, dan berpusat pada masyarakat.

Pemerintahan modern sadar bahwa data masyarakat adalah aset berharga, sehingga fokus pada perlindungan data pribadi dan ketahanan sistem digital.

Kita melihat bersama kini Bupati Parigi Moutong Bapak Erwin BURASE S.kom kini menjalankan program berbasis moderen dalam era pemerintahannya.

Berbasis Digital & Efisien (E-Gov/Smart City) yaitu Layanan Online (Satu Pintu): Warga bisa mengurus KTP, izin usaha, atau bayar pajak melalui aplikasi atau situs web, bukan antre di kantor dinas.

otomatisasi: Pengurangan penggunaan kertas (paperless) dan proses administrasi yang lebih cepat.

Kini beberapa masyarakat bisa merasakan atau merespon beberapa dampak dari Perubahan Pemerintahan Dengan Gaya Moderen (Sebutnya Moh Faidal Dg Pasau).

Pemerintah dan Swasta kini tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan start-up teknologi, komunitas, dan akademisi.

Pelibatan Publik : Partisipasi warga dalam perencanaan pembangunan melalui platform digital.

 

 

 

Komunitas Literasi Palu Book Party

178 Views

JATI CENTRE – Komunitas Literasi Palu Book Party salah satu misi merangkul literasi yang mulai tenggelam, Minggu, 25 Jan 2026.

Palu Book Party adalah komunitas baca di Kota Palu yang menawarkan kegiatan piknik santai sambil membaca buku di ruang publik. Ungkap (Moh Faidal Dg Pasau).

Komunitas ini menciptakan ruang inklusif untuk berkumpul, membaca, dan bertukar cerita, serta pernah berkolaborasi dengan Gramedia Palu. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi dengan cara yang menyenangkan dan santai.

Palu Book Party

Komunitas ini bertujuan membawa buku keluar dari ruang kaku dan mendekatkannya ke masyarakat umum melalui suasana piknik yang santai, Juga pecinta buku terbesar di Indonesia, menyatukan pembaca dari seluruh nusantara.

Diketahui bahwa (IBP) yang berfokus untuk meningkatkan literasi di Indonesia dan sudah terbentuk di 50 regional di Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini yaitu berkumpul di salah satu tempat yang telah diumumkan di akun media sosial IBP, lalu membaca buku secara bersama, kemudian akan ada sharing session tentang hasil bacaan buku dari masing-masing peserta dengan berbagai genre.

Kita ketahui indonesia semboyannya itu bhineka tunggal ika, kalau di indo book party itu bhineka tunggal pustaka. Itu artinya apa, berbeda-beda bacaan buku kita, berbeda-beda asal suku kita, kita tetap satu tujuan yaitu meningkatkan literasi di indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Taman Nasional Kota Palu Yang Damai Sejuk Dan Indah Dengan Wahananya.

 

 

Pengabdian Askara Muda Nusantara Parimo

113 Views

JATI CENTRE – Pengabdian & Pendidikan Askara Muda Nusantara Parigi Moutong.

Amura Parimo Melaksanakan First gathering (pertemuan pertama) adalah acara penting untuk menyambut anggota baru (mahasiswa/karyawan), memperkenalkan struktur organisasi, membangun kebersamaan, serta merencanakan tujuan dan kegiatan bersama dalam suasana santai, seringkali diisi perkenalan, games, dan sesi bonding untuk mempererat solidaritas dan kekeluargaan.

Kemudian Askara Muda Nusantara (AMURA) Parigi Moutong melaksanakan pengabdian 4.0 di Sekolah  terpencil berada di Dusun Sirombiu, Kecamatan Toribulu.

Amura Parigi Moutong hadir sebagai salah satu gerakan menaungi pemuda-pemudi Parigi Moutong untuk melakukan pengabdian terhadap daerahnya.

Sebagai salah satu gerakan pendidikan di Indonesia, gerakan tersebut dapat berkontribusi dan mencari solusi bagi masalah pendidikan, ada di daerah pengabdian.

Leader GMD & Amura Parimo

Sebanyak kurang lebih 40 relawan, memiliki latar belakang berbeda-beda berpartisipasi dalam pengabdian tersebut didampingi oleh DPP,  Pengurus, Demisioner Amura Parimo, Pemuda Toribulu dan beberapa Pengurus Amura Se-Sulawesi Tengah.

Tak hanya berhenti di kegiatan seremonial, AMURA Parimo juga melakukan observasi dan analisis di SD terpencil Sitti Masyithah. Mereka menemukan bahwa penerapan kurikulum nasional sulit diadaptasi di daerah terpencil, sehingga menyusun kurikulum berbasis kebutuhan siswa setempat

“Kesuksesan kegiatan ini berkat kerja keras panitia, dukungan keluarga besar AMURA, Pemuda Toribulu, serta para kolaborator dan sponsor,” ungkap Agus Fianto, Leader AMURA Parimo.

 

REMBUK NELAYAN DAN MUSCAB HNSI PARIMO

79 Views

JATI CENTRE – Rembuk Nelayan dan MUSCAB DPCH HNSI Parigi Moutong, 16 Desember 2025.

Sekretaris Jenderal DPP HNSI menghadiri rembuk nelayan sekaligus musyawarah cabang HNSI DPDC Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ketua DPD HNSI Sulawesi Tengah, Sekretaris DPD dan Seluruh jajaran pengurus DPD Sulawesi Tengah.

Anggota DPRD Parigi Moutong, Candra Setiawan, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Candra menjadi salah satu calon yang diusulkan oleh nelayan. Dalam penyampaian visi, ia menegaskan komitmennya menjadikan HNSI sebagai mitra strategis pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

Peserta MUSCAB HNSI PARIMO

Menurut Bapak Chandra Setiawan, S.Pd, M.Pd bahwa sinergi tersebut penting untuk menerjemahkan program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah, “Berani Tangkap Banyak”, sekaligus mendukung visi pembangunan Bupati Parigi Moutong melalui gerakan membangun dari desa.

“Jika laut terjaga, nelayan tidak akan kesulitan mendapatkan ikan. Dari situ, pendapatan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir bisa tercapai,” katanya

Kemudian juga selain perlindungan wilayah laut, Candra menilai dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan nelayan, baik yang menjadi kewenangan kabupaten maupun provinsi. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, akses permodalan, hingga kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil.