Berbagi Berkah Ramadhan, PT Hengjaya Mineralindo Perkuat Silaturahmi Lewat Safari Takjil di Morowali

16 Views

JATI CENTRE –  PT Hengjaya Mineralindo melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan pada tanggal 24–25 Februari 2026 dengan membagikan takjil kepada sembilan desa lingkar tambang.

Adapun sembilan desa penerima manfaat dalam kegiatan di Kabupaten Morowali ini meliputi Desa Tangofa, Desa Bete-bete, Desa Puungkeu, Desa One Ete, Desa Lafeu, Desa Tandaoleo, Desa Padabaho, Desa Makarti Jaya, dan Desa Labota.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing desa menerima bantuan takjil berupa: 10 kardus air mineral, 10 kardus teh kemasan, dan 10 kilogram kurma.

Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat berbagi kebahagiaan dan membantu masyarakat dalam menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Perwakilan manajemen PT Hengjaya Mineralindo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang.

“Kami berharap bantuan takjil ini dapat memberikan manfaat dan menambah keberkahan di bulan suci Ramadhan. Safari Ramadhan ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Mijwadul Ihsas selaku perwakilan Tim CSR & ER PT Hengjaya Mineralindo.

Salah satu warga sekaligus Imam Masjid Desa Labota, Nur Alif Firmansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan perusahaan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PT Hengjaya Mineralindo kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan ini. Bantuan takjil ini sangat membantu jamaah dalam menyiapkan hidangan berbuka puasa. Semoga perusahaan semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Nur Alif Firmansyah.

Masyarakat di sembilan desa menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias dan berharap kegiatan Safari Ramadhan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai wujud sinergi dan kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat.

Untuk diketahui, PT Hengjaya Mineralindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan berkomitmen untuk menjalankan operasional yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.***

Tak Hanya Produksi Nikel, PT Hengjaya Mineralindo Juga Hadir untuk Kemanusiaan Pasca Banjir Aceh

670 Views

JATI CENTRE – PT Hengjaya Mineralindo bersama Nickel Industries Limited menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bantuan pangan serta mesin-mesin pembersih rumah bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan Komisaris PT Hengjaya Mineralindo, Muhammad Resqy Faisal, didampingi Chief Finance Officer (CFO) PT Hengjaya Mineralindo, Vijay N Gopinathan Nair.

Bantuan kemanusiaan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhullah, SE di Banda Aceh.

Sejak hari ketiga pascabencana, PT Hengjaya Mineralindo juga telah mengirimkan satu tim tanggap darurat ke Aceh untuk membantu penanganan awal bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Komisaris PT Hengjaya Mineralindo, Muhammad Resqy Faisal, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membantu Aceh meskipun operasional perusahaan berada jauh dari wilayah tersebut.

“Walaupun proyek kami berada jauh dan beroperasi di Morowali, Sulawesi Tengah, kami akan terus membantu Aceh pascabanjir ini dan siap memberikan dukungan lanjutan,” tegasnya pada Ahad (14/12/2025).

Adapun Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhullah, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian serta bantuan yang diberikan.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dari dampak bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Hengjaya Mineralindo dan Nickel Industries Limited atas bantuan ini. Bantuan pangan dan peralatan pembersih rumah ini sangat membantu masyarakat dalam masa pemulihan pascabanjir,” ujar Fadhullah.

Fadhullah menambahkan, peran serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akkar Arafah, bersama jajaran pemda terkait.


Untuk diketahui, PT Hengjaya Mineralindo merupakan perusahaan pertambangan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, yang merupakan anak perusahaan Nickel Industries Limited.

Perusahaan ini mengoperasikan tambang nikel di atas lahan konsesi seluas 5.983 hektar dan memulai produksinya pada Oktober 2012 lalu.

PT Hengjaya Mineralindo mendapat pengakuan atas kinerja lingkungannya dengan meraih PROPER Hijau pada tahun 2022 dan 2023.

Selain itum meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif, Bidang Pendapatan Riil atau Pekerjaan.***

.

Tak Tinggal Diam, PT Hengjaya Mineralindo Kirim Bantuan Pangan dan Mesin Pembersih Rumah ke Aceh

604 Views

JATI CENTRE – PT Hengjaya Mineralindo bersama Nickel Industries Limited menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bantuan pangan serta mesin-mesin pembersih rumah bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan Komisaris PT Hengjaya Mineralindo, Muhammad Resqy Faisal, didampingi Chief Finance Officer (CFO) PT Hengjaya Mineralindo, Vijay N Gopinathan Nair.

Bantuan kemanusiaan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhullah, SE di Banda Aceh.

Sejak hari ketiga pascabencana, PT Hengjaya Mineralindo juga telah mengirimkan satu tim tanggap darurat ke Aceh untuk membantu penanganan awal bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Komisaris PT Hengjaya Mineralindo, Muhammad Resqy Faisal, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membantu Aceh meskipun operasional perusahaan berada jauh dari wilayah tersebut.

“Walaupun proyek kami berada jauh dan beroperasi di Morowali, Sulawesi Tengah, kami akan terus membantu Aceh pascabanjir ini dan siap memberikan dukungan lanjutan,” tegasnya pada Ahad (14/12/2025).

Adapun Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhullah, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian serta bantuan yang diberikan.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dari dampak bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Hengjaya Mineralindo dan Nickel Industries Limited atas bantuan ini. Bantuan pangan dan peralatan pembersih rumah ini sangat membantu masyarakat dalam masa pemulihan pascabanjir,” ujar Fadhullah.

Fadhullah menambahkan, peran serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akkar Arafah, bersama jajaran pemda terkait.


Untuk diketahui, PT Hengjaya Mineralindo merupakan perusahaan pertambangan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, yang merupakan anak perusahaan Nickel Industries Limited.

Perusahaan ini mengoperasikan tambang nikel di atas lahan konsesi seluas 5.983 hektar dan memulai produksinya pada Oktober 2012 lalu.

PT Hengjaya Mineralindo mendapat pengakuan atas kinerja lingkungannya dengan meraih PROPER Hijau pada tahun 2022 dan 2023.

Selain itum meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif, Bidang Pendapatan Riil atau Pekerjaan.***

.

Jalani Proker KKN Reguler 114, Mahasiswa Universitas Tadulako Gelar Aksi Peduli Pesisir di Pantai Khatulistiwa Desa Siweli

70 Views

JATI CENTRE – Mahasiswa KKN Reguler 114 Universitas Tadulako melaksanakan program kerja bertajuk “Aksi Peduli Pesisir” di Pantai Khatulistiwa, Desa Siweli.

Kegiatan ini berlangsung penuh antusias dan melibatkan masyarakat setempat, pemuda desa, serta perangkat desa.

Program ini dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Meity Ferdiana Paskual, yang turut memberikan arahan terkait pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Aksi peduli pesisir diawali dengan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang garis Pantai Khatulistiwa.

Para peserta mengumpulkan sampah plastik, botol minuman, styrofoam, dan limbah rumah tangga yang kerap mencemari area pesisir.

Selain bersih-bersih, mahasiswa juga memberikan edukasi ringan kepada warga—khususnya anak-anak dan remaja—tentang dampak sampah terhadap ekosistem laut, pentingnya pemilahan sampah, hingga cara sederhana menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk kontribusi jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan, mahasiswa KKN Reguler 114 juga melaksanakan program penanaman pohon ketapang di beberapa titik strategis dekat area pantai.

Penanaman ini bertujuan untuk: Menambah ruang hijau di kawasan pesisir, Mengurangi abrasi, Menciptakan area teduh bagi pengunjung, dan Menjaga estetika Pantai Khatulistiwa sebagai salah satu ikon Desa Siweli

Warga desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun.

Dosen pembimbing, Meity Ferdiana Paskual, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa dan antusiasme warga.

Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi peran bersama seluruh komponen masyarakat.

“Kegiatan ini adalah langkah kecil namun penting untuk membangun kesadaran bahwa pesisir bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ekosistem yang harus dilestarikan,” ujarnya di Palu Jumat (28/11/2025).

Melalui kegiatan peduli pesisir ini, mahasiswa KKN Reguler 114 berharap masyarakat Desa Siweli semakin termotivasi menjaga kebersihan pantai dan meneruskan program penanaman pohon.

Pantai Khatulistiwa diharapkan dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang wisata yang dapat membanggakan desa.***

KKN 114 FEB 1 Gelar Edukasi Anti-Bullying di SDN Vatutela Dorong Pencegahan Kekerasan Sejak Dini

83 Views

JATI CENTRE – Mahasiswa KKN 114 FEB 1 melaksanakan program Edukasi Anti-Bullying di SDN Vatutela beberapa waktu yang lalu, sebagai upaya memperkuat kesadaran siswa dan guru mengenai pentingnya mencegah tindakan kekerasan sejak dini.

Program ini menjadi bagian dari pengabdian yang berfokus pada terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah, serta bebas dari berbagai bentuk perundungan.

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh tiga kelas yang didampingi oleh guru-guru sekolah. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying—baik verbal, fisik, sosial, maupun digital.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai dampak emosional dan sosial dari perilaku perundungan serta langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri sendiri maupun teman.

Agar pemahaman lebih mudah diterapkan, mahasiswa KKN 114 FEB 1 memberikan ruang bagi anak-anak untuk bercerita tentang pengalaman mereka dibully, sehingga mereka merasa didengarkan, dihargai, dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang pernah mereka alami.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam membuka ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan keresahan sekaligus meningkatkan kemampuan mereka mengenali tanda-tanda kekerasan.

Rahmat Hidayatullah, selaku guru di SDN Vatutela, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa edukasi anti-kekerasan sangat penting diberikan sejak dini untuk membentuk karakter anak yang lebih peduli, berani, dan saling menghargai.

“Edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah kekerasan. Dengan pemahaman yang benar, anak-anak dapat belajar menghargai satu sama lain, mampu mengenali tindakan kekerasan, serta tahu bagaimana melindungi diri dan orang lain,” ujarnya di Palu pada Rabu (26/11/2025).

Pihak sekolah menyambut baik program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN 114 FEB 1 ini, karena dinilai membantu guru dan siswa dalam mencegah serta menangani gejala awal perundungan di sekolah.

Antusiasme siswa juga terlihat tinggi, terutama ketika mereka diberi kesempatan menyampaikan pengalaman pribadi dan pandangan mereka tentang bullying.

Dengan terlaksananya program ini, KKN 114 FEB 1 berharap SDN Vatutela dapat semakin memperkuat budaya sekolah yang aman, penuh empati, dan bebas dari kekerasan, sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih peduli, berani, dan bertanggung jawab.***

Tim Untad Laksanakan Pendampingan Pengelolaan Database Terintegrasi Di Desa Sidondo IV

94 Views

JATI CENTRE – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan kegiatan pendampingan pengelolaan database terintegrasi untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan di Desa Sidondo IV, Kabupaten Sigi.

Kegiatan ini berlangsung sejak April hingga November 2025 dan melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim dosen dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTAD di bawah kepemimpinan Dr. Eko Jokolelono, S.E., M.Si.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data berbasis teknologi sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat desa.

Pelaksanaan program dimulai dengan koordinasi awal dengan Kepala Desa Sidondo IV, dilanjutkan dengan workshop pembangunan desa berbasis data, pelatihan teknis pengolahan database menggunakan aplikasi spreadsheet, serta pendampingan langsung dalam penyusunan sistem informasi desa.

Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 73,27 persen.

Menurut Dr. Eko, rendahnya kemampuan literasi digital dan belum adanya sistem data desa yang standar menjadi kendala utama dalam proses perencanaan pembangunan desa.

“Pendampingan ini membantu pemerintah desa lebih siap dalam mengelola data pembangunan secara akurat dan akuntabel. Database terintegrasi adalah fondasi penting untuk perencanaan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Output kegiatan meliputi lembar kerja database desa, alur kerja pengelolaan data, serta sistem awal database terintegrasi yang siap digunakan sebagai dasar perencanaan dan pemantauan program pembangunan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat dalam implementasi Tri Dharma perguruan tinggi melalui pembelajaran berbasis praktik.

Ke depan, tim pengabdian merekomendasikan agar Pemerintah Desa Sidondo IV melakukan pelatihan lanjutan terkait visualisasi data dan penguatan tata kelola informasi desa.

Serta menjadikan sistem database ini sebagai bagian integral dari proses perencanaan dan evaluasi pembangunan desa.***

Hijaukan Kampus: KKN UNTAD Produksi Pupuk Alami dari Limbah Organik

185 Views

JATI CENTRE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 FEB 2 UNTAD melaksanakan program kerja “Pembuatan Kompos” di lingkungan kampus.

Tepatnya di area Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tadulako, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, yang berlangsung pada Rabu (19/11).

Program ini lahir dari rekomendasi Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB UNTAD, Dr. Asngadi, S.E., M.Si, sebagai langkah tambahan untuk mengurangi timbunan sampah organik di kampus. Sampah berupa dedaunan kering yang sering berserakan, diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk alami.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah organik.

Proses sederhana ini menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan kampus.

Dengan demikian, sampah organik tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya yang mendukung penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

Richaldito Koedio selaku Ketua Posko KKN 114 FEB 2 UNTAD menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya praktik pengolahan sampah, tetapi juga bagian dari edukasi lingkungan.

“Kami ingin mengajak civitas akademika untuk melihat potensi sampah organik. Dengan kompos, kita bisa menjaga kebersihan sekaligus menyediakan pupuk alami bagi tanaman,” ujarnya.

Pihak fakultas menyambut baik program kerja mahasiswa KKN ini. Mereka menilai pembuatan kompos dapat menjadi contoh nyata bagi civitas akademika dalam mengelola sampah secara bijak, sekaligus memperkuat budaya hijau di kampus.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat kampus semakin meningkat dalam mengolah sampah organik.

Selain menjaga lingkungan tetap bersih, hasil kompos juga menjadi solusi ramah lingkungan yang mendukung terciptanya kampus hijau dan berkelanjutan.***